Tagged Under:

PSDM Menulis #2 : Mahasiswa, Ilmu, dan Kampung Halaman

Share
Sumber: www.imgrum.org                                                                                  
Gambar 1 Sajak WS Rendra
Manusia merupakan makhluk yang kompleks, mereka memiliki peran dan kebutuhan yang selalu kontinu setiap saat melalui sebuah proses, dan mahasiswa adalah bagian dari peran tersebut. Mahasiswa erat kaitannya dengan fungsi, peran mahasiswa serta tri dharma perguruan tinggi. Sedangkan ilmu ialah apa yang dicari oleh setiap insan manusia termasuk juga mahasiswa didalamnya. Berbagai multidisiplin ilmu dipelajari, baik yang bersifat formal maupun informal, baik dikelas maupun diluar kelas, dengan diajari atau belajar sendiri. Lalu kampung halaman ialah tempat dari kita berasal, terutama kita yang hari ini merantau. Kampung halaman adalah tempat pulang untuk bertemu keluarga, sanak saudara, teman sepermainan, hingga masyarakat sekitar tempat tinggal.  
Lantas apa korelasi ketiganya? Dan apa yang menjadi menarik untuk dibahas. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat termasuk juga masyarakat di kampung halamannya mempunyai peran penting dalam mengaplikasikan  ilmu yang sudah dipelajari pada masyarakat. Apalagi mengingat ada banyak mahasiswa yang memilih jalan hidupnya untuk merantau guna mereguk sedalam-dalamnya lautan ilmu. Lantas apa tujuan kuliah dan menjadi seoarang mahasiswa yang rela meninggalkan kampung halaman kalau ilmu tersebut tidak untuk disebarkan kebermanfaatan kepada orang lain ?
Namun sejatinya kampung halaman tidaklah membutuhkan kamu untuk hadir kemudian langsung memberikan perubahan yang drastis, bukan juga membutuhkan usaha instan yang langsung jadi. Karena sejatinya kampung halaman adalah tempat berpulang, tempat beristirahat dari segala kefanaan dunia. Dari kampung halaman kita belajar Ilmu Kehidupan, sebuah disiplin ilmu yang besaran kepentingannya jauh lebih besar dari mata kuliah 4 sks. Karena sekali lagi, Hidup adalah tentang bagaimana kita belajar dan menebar kebermanfaatan. Bagaimana kita belajar? Jawabannya adalah learning by doing, belajar dengan bertindak. Tidak perlu membuat gerakan a atau b yang revolusioner cukup dengan mendengarkan keluh kesah masyarakat, ikut membaur dalam kegiatan masyarakat, atau sekedar mengobrol dan berdiskusi terhadap kondisi dan permasalahan yang ada di masyarakat tersebut sejatinya kita sudah mengembalikan diri kita kepada bagian dari masyarakat.
Kampung halaman membutuhkan kita semua, wahai kawan-kawan mahasiswa. Kampung halaman kita menantikan kita untuk bersama- ama mencari solusi agar masyarakat menjadi semakin baik, agar kehidupan menjadi lebih membahagiakan kedepannya. Salah apabila kita para mahasiswa terus mengagungkan ego dan enggan menjadi bagian dari masyarakat. Kita harus mengambil resiko, karena cita-cita yang besar tidak dilalui dengan zona yang nyaman, pasti akan selalu ada resiko yang dihadapi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Terakhir seperti yang disampaikan oleh Rhenald Kasali "Apapun yang kita lakukan yang bermanfaat untuk diri kita sendiri akan mati bersama kita, dan segala sesuatu yang kita lakukan dan bermanfaat untuk banyak orang akan kekal abadi.”


Bidang Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa

Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi 2017

Our Location