PSDM HMTP 2016: "Kaderisasi dan Peran PSDM"


Semarang-hmtpundip.com. Roda organisasi akan terus berputar, kepengurusan akan silih berganti tetapi kualitas sebuah organisasi harus tetaplah sama dan diharapkan mengalami peningkatan setiap kepengurusannya. Untuk menjamin kualitas sebuah organisasi maka diperlukan sebuah pembentukan dan persiapan kader-kader  yang bakal melanjutkan tongkat estafet kepengurusan, pembentukan tersebut dikenal dengan nama kadersiasi. Pengertian kaderisasi sendiri merupakan proses yang dilakukan para kader organisasi dalam mewujudkan visi-misi organisasi. Kaderisasi yang dilakukan oleh para kader tersebutlah yang kemudian membingkai gambaran organisasi agar terlihat lebih jelas dan membedakannya dengan organisasi lain.

Setelah kita memahami definisi kaderisasi mari kita pahami bahwa ada faktor-faktor yang mengembangkan kaderisasi, diantaranya faktor pengkader, pengkader yang dimaksud di sini adalah mereka yang menentukan blueprint, norma dan tujuan organisasi. Kemudian faktor tujuan, tujuan inilah yang menjawab pertanyaan mau dibawa kemana kaderisasi tersebut. Lalu faktor keteladanan, keteladanan harus menjadi prinsip dari setiap pengkader, karena junior yang ia kader akan meneladani pemikiran dan tindakannya. Kemudian faktor program kerja, program kerja merupakan perwujudan kongkrit suatu tujuan organisasi. Akumulasi dan optimalisasi program kerja mengakibatkan suatu pola kaderisasi yang progresif.
Maka untuk menjawab pertanyaan apakah kaderisasi bermakna dan penting mari kita pertanyakan kembali kepada diri masing-masing, apakah ada manusia yang sempurna dengan sendirinya. Jika tidak, maka kaderisasi adalah jawaban bagi proses manusia menuju kesempurnaan tersebut. Kaderisasi itu bermakna karena menjadikan manusia semakin memanusiakan dirinya dan juga manusia lain serta meningkatkan nilai-nilai kemanusiaanya.

Di lingkugan organisasi kampus, bagian yang menjamin eksistensi dan mutu kaderisasi adalah bagian atau departemen PSDM. Departemen yang bertanggung jawab terhadap pengembangan sumber daya mahasiswa ini sendiri terbagi menjadi 2 divisi yaitu pengembangan mahasiswa baru dan pengembangan mahasiswa lanjut. Divisi Pengembangan Mahasiswa Baru ini adalah divisi yang bertanggung jawab untuk mengubah seseorang yang dulunya masih seorang siswa menjadi mahasiswa dengan gelar maha baik di perilaku maupun cara berpikirnya. Kemudian Divisi Pengembangan Mahasiswa Lanjut adalah divisi yang bergerak untuk mengembangkan mahasiswa tingkat lanjut agar memiliki softskill yang mumpuni dan mampu bersaing.

Tetapi sebelumnya mari kita memahami terlebih dahulu definisi dan tujuan dari pengembangan sumber daya itu sendiri, definisi dari pengembangan sumber daya adalah kegiatan untuk meningkatkan sumber daya yang ada supaya sesuai dengan tuntutan yang ada. Fokusnya ada pada kata peningkatan, hal ini berarti bahwa tujuan dari adanya pengembangan sumber daya itu sendiri adalah untuk meningkatkan atau upgrade kemampuan dari kader agar sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan, karena benar bila ada mengatakan bahwa masalah baru itu tidak bisa diselesaikan dengan cara-cara lama sehingga dibutuhkanlah inovasi cara baru.

Kita dapat menyimpulkan bahwa kaderisasi adalah bagian dari pengembangan sumber daya dimana tujuan dari kaderisasi adalah untuk membentuk dan mempersiapkan kader untuk proses regenerasi organisasi, hal ini selaras dengan tujuan dari pengembangan sumber daya dimana tujuannya adalah peningkatan atau upragde agar objek yang dikembangkan tersebut bisa memenuhi tuntutan yang yang diberikan. Dengan kata lain bahwa kaderisasi dan PSDM akan sangat penting eksistensinya karena berkaitan dengan keberlangsungan dan regenerasi sebuah organisasi.


Muhammad Fajri Nugraha,
Staf Divisi Pengembangan Mahasiswa Baru
Departemen Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa
Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi 2016



Referensi :

Tasir Irwanto, Hartono. 2014. Makna Penting Kaderisasi, Dalam
www.kompasiana.com. Diakses pada 27 April 2016.