Hari Agraria Nasional


[ HARI AGRARIA NASIONAL ]

Keputusan Presiden (Keppres) No. 169 Tahun 1963 telah menetapkan bahwa tanggal 24 September diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Hari tersebut diperingati sebagai bentuk kepedulian terhadap para petani dan pengesahan hukum Agraria secara Nasional. Sejak awal kemerdekaan Indonesia, pemerintah selalu berusaha merumuskan UU Agraria baru untuk mengganti UU Agraria Kolonial Namun, usaha tersebut selalu kandas karena pergejolakan politik yang keras serta berbagai panitia telah terbentuk, namun selalu gagal dan berganti-ganti. Pemerintah kemudian mengeluarkan UU No 1 Tahun 1958 tentang penghapusan tanah-tanah partikelir.
Tanah partikelir adalah tanah yang oleh penguasa kolonial disewakan atau dijual kepada orang-orang kaya dengan disertai hak-hak pertuanan (landheerlijke rechten). Hak pertuanan artinya sang tuan tanah berkuasa atas tanah beserta orang-orang di dalamnya.
Setelah pergulatan selama 12 tahun, melalui prakarsa Menteri Pertanian Soenaryo, kerjasama Departemen Agraria, Panitia Ad Hoc DPR, dan Universitas Gadjah Mada membuahkan rancangan UU agraria. RUU tersebut disetujui DPR pada 24 September 1960 sebagai UU No 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria atau dikenal dengan Undang-Undang Pembaruan Agraria (UUPA).
UU Pokok Agraria menjadi titik awal dari kelahiran hukum pertanahan yang baru mengganti produk hukum agraria kolonial. Prinsip UUPA adalah menempatkan tanah untuk kesejahteraan rakyat.
 •
Sumber : dema.faperta.ugm.ac.id dan gagaspertanian.com
___________________
-HMTP Undip 2018-
Harmoni dalam karya, untuk Planologi jaya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar